Bisnis

Tujuh Maskapai Naikkan Harga Tiket Tak Rasional Jelang Lebaran, KPPU Bertindak

Satelitemx.net – JAKARTA – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menerima laporan rakyat terhadap 7 maskapai yang dimaksud dinilai meninggal nilai tukar tiket pesawat secara tak rasional jelang Lebaran tahun ini. Urutan ke-7 maskapai yang disebutkan adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; PT Citilink Indonesia; PT Sriwijaya Air; PT Nam Air; PT Batik Air; PT Lion Mentari; serta PT Wings Abadi.

Terkait laporan tersebut, KPPU pun mengajukan permohonan agar ketujuh maskapai yang dimaksud menjadi Terlapor pada perkara Nomor No. 15/KPPU-I/2019 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Dan Pasal 11 Uu Nomor 5 Tahun 1999 Terkait Jasa Angkutan Udara Bebas Niaga Berjadwal Penumpang Kelas Perekonomian Dalam Negeri (Perkara Kartel Tiket) untuk tak meninggal nilai tanpa alasan rasional. KPPU juga memohonkan maskapai-maskapai yang disebutkan untuk memberitahukan untuk KPPU sebelum mengambil kebijakan meninggikan nilai tiket untuk konsumen.

Dalam Perkara Kartel Tiket yang digunakan diputus KPPU pada tanggal 23 Juni 2020, KPPU telah lama membuktikan bahwa para Terlapor secara bersama-sama semata-mata menyediakan tiket subclass dengan tarif yang dimaksud tinggi, lalu tak membuka pelanggan beberapa subclass nilai tiket rendah.

“Ini mengakibatkan terbatasnya pilihan konsumen untuk mendapatkan tiket dengan biaya yang digunakan lebih tinggi murah,” ujar Ketua KPPU M Fanshurullah Asa pada keterangan resminya, dikutipkan Sabtu(16/3/2024).

Modus lain yang digunakan para maskapai di mengatur harga jual tiket menurutnya adalah dengan cara membatalkan beberapa penerbangan ekonomi, sehingga hanya saja tersedia maskapai bisnis, yang tersebut mana harganya tak diatur oleh pemerintah. “Hal ini dibuktikan dari beberapa dokumen permohonan pengurangan tingkat kejadian dan/atau pencabutan rute para maskapai ke Kementerian Perhubungan,” kata Fanshurullah.

Perilaku menurunkan pasokan secara bersama-sama merupakan cara yang digunakan efektif untuk menjaga penawaran tiket subclass dengan nilai tukar tinggi yang tersebut diterapkan bersama-sama pada ketika low season terjadi. Kesamaan perilaku para terlapor ini menurutnya sangat efisien pada mendistorsi kinerja bursa mengingat penguasaan lingkungan ekonomi melebihi 95% dari para terlapor secara keseluruhan.

Baca Juga:  Bos Bulog Bilang Bantuan Pangan Ampuh Turunkan Inflasi Beras, Hal ini Datanya

“Merujuk pada beberapa pemberitaan media terkait dengan temuan Kementerian Perhubungan tentang perdagangan nilai tiket melebihi tarif batas menghadapi yang tersebut dijalankan oleh 3 maskapai, di waktu dekat KPPU akan menjadwalkan panggilan terhadap ketujuh maskapai tersebut,” tegasnya.

Related Articles

Back to top button