Nasional

Tolak Besaran Kenaikan UMP DKI Jakarta, Said Iqbal Marah ke Gubernur: Otakmu di tempat Mana?!

Partai Buruh menolak besaran kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sebesar 3,6 persen menjadi Rp 5,06 juta.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan besaran kenaikan UMP DKI Jakarta itu berjauhan tambahan kecil jika dibandingkan dengan besaran kenaikan upah bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, lalu Polri.

“Kenapa giliran dirimu sendiri kamu pikirin tapi giliran rakyat kamu enggak mikirin? Apa maksudnya? Kamu kan PNS, kamu naiknya 8 persen, masa rakyat naiknya 3,6 persen?” kata Said pada Kantor Exco Partai Buruh, Jakarta Timur, Rabu (22/11/2023).

“Otakmu dalam mana? Otakmu pada mana gubernur, gubernur itu, para menteri? Kamu, dirimu sendiri naik 8 persen, otakmu di tempat mana?” lanjut Said dengan penuh emosi.

Hal itu menjadi persoalan bagi Said Iqbal lantaran dia menilai para buruh swasta adalah orang-orang yang tersebut berkewajiban membayar pajak sehingga seharusnya mendapatkan kenaikan upah lebih besar besar berbeda dengan PNS, TNI, lalu Polri.

“Kalau PNS, TNI, Polri naik 8 persen, maka buruh swasta harus lebih tinggi lantaran dia bayar pajak,” tegas Said.

“Nah, orang yang digunakan punya daya beli, orang yang dimaksud bayar pajak kok naik gajinya lebih besar rendah dari orang yang dimaksud gajinya dari pajak? Aduh otakmu benar-benar enggak dipakai,” tandas dia.

Naik 3,3 Persen

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi menetapkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 sebesar Rp 5.067.381. Angka ini naik 3,3 persen dari UMP DKI 2023. (Suara.com/Fakhri)
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi menetapkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 sebesar Rp 5.067.381. Angka ini naik 3,3 persen dari UMP DKI 2023. (Suara.com/Fakhri)

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi menetapkan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 sebesar Rp5.067.381. Angka ini naik 3,3 persen dari UMP DKI 2023.

Penetapan nilai UMP ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) mengenai UMP 2024 yang mana sudah diteken olehnya. Berdasarkan aturan, hari ini merupakan batas terakhir menentukan UMP di area seluruh daerah.

Baca Juga:  Meninggal Planet Di RSPAD, Hal ini Profil Lengkap Lukas Enembe

“Jadi rupiahnya (UMP 2024) dari Rp 4,9 jt menjadi Rp 5.067.381,” ujar Heru di area Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Heru mengatakan, penentuan nilai UMP ini berdasarkan pembahasan di area Dewan Pengupahan yang digunakan melibatkan elemen buruh, pengusaha, kemudian Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, lalu Energi (Disnakertransgi) DKI.

Dalam pembahasan tersebut, pengusaha meminta-minta UMP dihitung dengan perkalian pertumbuhan dunia usaha dan juga alfa 0,2. Sementara Pemprov mengambil nilai maksimal, yakni alfa 0,3.

Sementara, buruh memohonkan kenaikan yang tersebut tambahan tinggi jadi Rp5,6 jt dengan perkalian alfa 0,5.

“Permohonan dari serikat pekerja tentunya lebih lanjut dari itu. Maka Pemda DKI menetapkan alpha tertinggi yaitu 0,3 sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 51 2023,” ucapnya.

“Pemda DKI bukan bisa saja melewati peraturan pemerintah yang mana udah ditetapkan, yaitu alfanya maksimum 0,3,” tambahnya memungkasi.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button