Bisnis

Tak Ada Jual Beli Listrik PLTS Atap, YLKI Sebut Kebijakan pemerintahan Realistis

Satelitemx.net – Ketua Yayasan Lembaga Pelanggan Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai kebijakan pemerintah terkait dengan revisi aturan pengaplikasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap jadi solusi bagi semua pihak.

Menurut dia, dengan revisi Aturan tersebut, maka negara tidaklah akan terbebani, tapi warga tetap saja boleh memasang PLTS Atap.

“Ini menjadi win-win solution untuk semuanya. Negara tiada terbebani, lalu publik yang ingin membangkitkan listrik bersumber dari energi baru terbarukan, dapat tetap saja memasang PLTS Atap,” ucapannya yang tersebut dikutipkan Hari Minggu (11/2/2024).

Tulus juga menilai revisi aturan yang disebutkan sangat realistis bagi sistem ketenagalistrikan tanah air.

“Keputusan pemerintah mengenai PLTS Atap menjadi kebijakan yang dimaksud realistis mengingat kondisi empirik sektor ketenagalistrikan ketika ini,” jelas dia.

Baca Juga
Tom Lembong Bongkar Kegagalan Pemerintahan Jokowi: Kelas Menengah Terancam!

Sebagai informasi, sebelumnya pemilik PLTS Atap dapat mengedarkan kelebihan pasokan listrik yang tersebut dihasilkan. Melalui aturan revisi ini, skema itu tak ada sebab aturan ekspor-impor listrik ditiadakan.

“Memang aspek jual beli energi (ekspor impor) di area PLTS Atap menjadi klausul yang mana diharapkan, bagi pelaku bisnis PLTS Atap juga juga konsumen. Namun kebijakan itu tiada sangat dekat dengan situasi pada waktu ini,” kata Tulus

Namun demikian, paparnya, kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLTS atap baiknya disesuaikan dengan permintaan dari konsumen itu sendiri.

Dengan adanya revisi pada Permen ESDM No. 26/2021, paparnya, langkah ini dianggap sebagai titik awal yang mana tepat untuk melindungi kepentingan negara di menjaga kedaulatan energi.

Baca Juga
Tom Lembong Menyesal Pernah Jadi Bagian Kabinet Jokowi: Banyak Kegagalan

Tulus meminta, pemanfaatan PLTS Atap lebih lanjut sesuai diterapkan pada daerah-daerah yang digunakan masih kekurangan listrik. “Saya sarankan, masifikasi PLTS Atap mampu diadakan pada area yang dimaksud pada waktu ini non-oversupply,” imbuh dia.

Baca Juga:  Ikuti Jejak Xiaomi, Huawei Siap Hadirkan Mobil Sedan Listrik

Selain mengenai revisi Peraturan PLTS Atap, Tulus juga mempunyai perhatian pada skema power wheeling yang tersebut diwacanakan untuk masuk ke pada Rancangan Undang-undang Tenaga Baru dan juga Tenaga Terbarukan (RUU EBET).

Dia memandang, penerapan skema ini juga dapat menjadi beban baik bagi publik maupun pemerintah apabila dijalankan.

“Terutama untuk penentuan tarif listrik. Selain itu, juga perlu dipertimbangkan mengenai keandalan pasokan listrik bagi konsumen dari pembangkit EBT yang memiliki sifat intermiten.” pungkas dia.

Related Articles

Back to top button