Lifestyle

Rekam Jejak Abdul Gani Kasuba, Gubernur Maluku Utara Terjaring OTT KPK

Satelitemx.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba pada Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin, (18/12/2023).

Ada sekitar 15 orang yang digunakan ditangkap di operasi tersebut, salah satunya pejabat dalam Pemprov Maluku Utara lainnya juga pihak swasta.

Adapun OTT ini berkenaan dengan dugaan korupsi lelang jabatan dan juga Pengadaan Barang kemudian Jasa (PBJ).

Profil Abdul Gani Kasuba

Abdul Gani Kasuba adalah individu politikus dengan syarat Maluku yang tersebut menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara dua periode sejak tahun 2014.

Pria kelahiran 21 Desember 1951 ini sebelumnya pernah menjadi Wakil Gubernur Maluku Utara pada periode 2008-2013.

Sejak kecil, Abdul Gani mengenyam lembaga pendidikan dalam sekolah Yayasan Al Khairaat, mulai dari SD hingga SMA. Ia menempuh institusi belajar Sekolah Dasar di area Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Khairat sampai Madrasah Mualimin Al-Khairat (SMA).

Kemudian, ia melanjutkan institusi belajar tinggi di area Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah. Setelah menyelesaikan sekolah tinggi, Abdul Ghani kembali ke yayasan Al Khairaat lalu menjabat sebagai Kepala Inspeksi.

Tak belaka itu, ia juga sempat menyandang sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku Utara yang kemudian bergabung ke partai urusan politik PKS.

Karier Abdul Gani Kasuba

Abdul Gani mengawali karier urusan politik ketika mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tahun 2004. Ia terpilih sebagai anggota DPR juga kemudian dilantik untuk mengemban amanah pada periode 2004-2009.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Umat PKS Provinsi Maluku Utara pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2014, ia terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara dengan Muhammad Natsir Thaib sebagai pasangannya.

Baca Juga:  Biodata Hakim Binsar Gultom, Dilaporkan Advokat Jessica Wongso ke Bawas MA

Terpilihnya Abdul Gani sebagai Gubernur diusung oleh beberapa koalisi partai, seperti PKS, PKPI, kemudian gabungan partai kecil lainnya.

Setelah menuntaskan periode pertama, Abdul Ghani kembali maju pada kontestasi Pilgub 2018. Namun, kali ini ia berpasangan dengan eks Kepala Daerah Halmahera Tengah, Al Yasin Ali.

Bedanya, pada pencalonan periode kedua, ia diusung oleh PDIP juga PKPI. Saat itu, terjadi isu internal antara Abdul Gani serta PKS.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin mengungkapkan bahwa Abdul Gani bukanlah lagi kader PKS sejak 2018 lalu oleh sebab itu menyokong capres Jokowi-Maruf.  Seperti diketahui, pada Pilpres 2019, PKS memperkuat pasangan Prabowo-Sandi.

Melalui putusan MK melawan perselisihan hasil pilkada yang digunakan terjadi di tempat Maluku Utara, alhasil pasangan Abdul Gani kemudian Al Yasin Ali berhasil mengungguli kompetisi dengan perolehan 176.669 pernyataan atau 31,79%.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button