Otomotif

Punya Organisasi Mobil Listrik kemudian Transportasi Luar Angkasa, Begini Sudut Pandang Elon Musk Tentang Multi-Planet

Satelitemx.net – Nama Elon Musk sebagai pemilik perusahaan mobil listrik atau EV di dalam bawah nama perusahaan Tesla Incorporation dan juga perusahaan kendaraan luar angkasa SpaceX menjadi substansi perbincangan hangat berbagai kalangan. Pasalnya, selain merujuk untuk semangat menurunkan emisi gas buang kendaraan bermotor, cara berpikirnya yang mana visioner adalah menyebabkan manusia dapat diberangkatkan ke planet lainnya pada jajaran tata surya kita. Sehingga kita tidaklah belaka mendiami planet bumi namun ada di dalam berbagai lokasi. Antara lain planet Mars.

Dikutip Yahoo Finance berdasarkan Forbes, ditinjau dari sudut entrepreneurship Elon Musk, niatnya menghasilkan bermacam kendaraan untuk bumi kemudian planet melebihi visi mendapatkan keuntungan pemasaran semata.

Mobil listrik Tesla Model 3 diresmikan ketika acara peluncuran resmi Tesla di dalam Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]
Mobil listrik Tesla Model 3 diresmikan ketika acara peluncuran resmi Tesla di tempat Bangkok, Thailand, Rabu (7/12/2022). [Lillian SUWANRUMPHA/AFP]

Elon Musk menekankan perlunya umat manusia menjadi spesies multi-planet, dan juga ia membayangkan roket Starship SpaceX mengangkut manusia antara Bumi kemudian Mars, di dalam mana keberadaan manusia secara permanen akan terwujud.

“Kami tidak ada ingin menjadi salah satu spesies planet tunggal, kami ingin menjadi spesies multi-planet,” paparnya 2021 pasca SpaceX mengirim astronot ke orbit dengan roket bekas.

Ayah lima anak ini juga memberi peringatan tentang “krisis kekurangan populasi” di dalam bumi. Pada musim panas 2022, ia menyatakan penurunan bilangan kelahiran yang dimaksud terjadi dalam sejumlah negara menghadirkan “bahaya terbesar yang tersebut dihadapi peradaban sejauh ini”.

Beberapa tahun sebelumnya ia juga memperingatkan, “Masalah terbesar yang akan dihadapi dunia pada 20 tahun ke depan adalah menurunnya total penduduk.”

Bulan ini, ia memaparkan hal senada ketika mengunjungi festival kebijakan pemerintah di tempat Italia yang digunakan diselenggarakan Awal Menteri Giorgia Meloni.

“Penting untuk mempunyai anak juga menciptakan generasi baru,” katanya terhadap para hadirin. “Sesederhana kedengarannya, apabila seseorang tidaklah mempunyai anak maka tak akan ada generasi baru.”

Baca Juga:  Mobil 3 Baris Harga Kurang dari 100 Juta: Di Februari 2024, Hal ini 5 Opsinya

Awal tahun ini, pasca Tiongkok merilis bilangan bulat yang mana menunjukkan anjloknya bilangan bulat kelahiran, Elon Musk menulis di tempat Twitter X, “Penurunan populasi dikarenakan rendahnya nomor kelahiran adalah risiko yang mana sangat lebih tinggi besar bagi peradaban dibandingkan pemanasan global.”

Pandangan senada rupanya dimiliki Jeff Bezos, pemilik angkutan luar angkasa  Blue Origin.

CEO Blue Origin, Jeff Bezos. [Saul Loeb/AFP]
CEO Blue Origin, Jeff Bezos. [Saul Loeb/AFP]

“Saya pikir di banyak upaya ini, kami miliki pemikiran yang tersebut sama,” kata Jeff Bezos pada episode Lex Fridman Podcast yang digunakan dirilis minggu ini.

“Saya tiada terlalu mengenal Elon, namun menyukai gagasan untuk menjalin persahabatan dengannya oleh sebab itu perhatian masa depan manusia pada berbagai planet,” tuturnya.

Apa yang dijalankan perusahaan seperti Blue Origin dan juga SpaceX, katanya, adalah menciptakan infrastruktur luar angkasa yang digunakan bisa saja digunakan oleh generasi mendatang untuk memulai pembangunan hal-hal yang lebih tinggi besar.

“Saat saya memulai Amazon, saya tidak ada perlu mengembangkan sistem pembayaran. Itu sudah ada ada. Namanya kartu kredit,” ujarnya.

“Saya tidak ada perlu mengembangkan sistem transportasi untuk mengirimkan paket. Itu sudah ada ada. Itu disebut layanan pos juga Royal Mail lalu Deutsche Post. Jadi semua infrastruktur pengangkut barang berat ini sudah ada ada. Dan saya bisa saja berdiri dalam melawan bahunya,” tambah Jeff Bezos.

Dia menyatakan bahwa ia ingin menggunakan “kemenangan Amazon” untuk mendirikan infrastruktur berat yang mana akan digunakan oleh pelaku bisnis ruang angkasa generasi mendatang.

“Ketika Anda dapat memulai perusahaan luar angkasa yang tersebut sangat berharga di area kamar asrama, maka kita tahu bahwa kita telah dilakukan mendirikan infrastruktur yang dimaksud cukup sehingga kecerdikan dan juga imajinasi dapat benar-benar dilepaskan,” tukasnya.

Baca Juga:  Elon Musk Ikut Khawatir Sam Altman Dipecat OpenAI, Singgung AI Bisa Ancam Umat Manusia

Jeff Bezos mengamati lingkungan bumi dilestarikan melalui manufaktur besar-besaran yang digunakan bergerak ke luar angkasa, memanfaatkan sumber daya di tempat bulan lalu sabuk asteroid.

Ia membayangkan orang-orang tinggal di tempat stasiun luar angkasa raksasa, yang miliki “banyak keunggulan dibandingkan permukaan planet, termasuk kemampuan memutarnya untuk menciptakan gravitasi normal.

“Kebanyakan orang ingin tinggal dekat Bumi serta pergi ke sana untuk berlibur, sebanding seperti Anda pergi ke Taman Nasional Yellowstone,” lanjut Jeff Bezos.

Ternyata, makna dari pembuatan kendaraan ramah lingkungan yang dijalankan Elon Musk, juga minatnya terhadap transportasi luar angkasa mempunyai makna dalam. Senada pemikiran Jeff Bezos.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button