Nasional

Polri Tilang 60.047 Pengendara selama 11 Hari Operasi Keselamatan 2024

Satelitemx.net – JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyelenggarakan Operasi Keselamatan 2024 sejak 4-17 Maret 2024. Operasi yang dimaksud untuk menekan hitungan kecelakaan lalu lintas dan juga meningkatkan kedisiplinan berkendara.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, total sebanyak 60.047 pengendara motor ditilang selama 11 hari operasi itu berlangsung.

“Ini telah memasuki hari ke-11 pelaksanaannya yaitu per Jumat, 15 Maret 2024. Jumlah penindakan pelanggar lalu lintas oleh Korlantas Polri sebanyak 60.047,” kata Trunoyudo, Hari Sabtu (16/3/2024).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, penilangan dijalankan melalui tilang elektronik (ETLE) serta manual. Dengan rincian tilang manual sebanyak 53.656, serta sebanyak 13.373 pengendara ditilang melalui kamera ETLE.

“Pelanggaran yang dimaksud mendominasi pada Operasi Keselamatan 2024 pada kendaraan roda dua yaitu dikarenakan tak menggunakan helm yang tersebut sesuai dengan SNI sebanyak 22.281 pelanggar serta kendaraan roda empat yaitu tidak ada menggunakan safety belt sebanyak 7.077,” ucapnya.

Selama operasi berlangsung, kata Trunoyudo, tercatat 2.553 kecelakaan, juga mengakibatkan 306 orang meninggal. Kemudian 404 luka berat, 3.249 luka ringan, dengan kerugian materil mencapai Rp6.171.665.456 (Rp6,1 miliar).

Truno menegaskan Operasi Keselamatan 2024 dijalankan untuk menertibkan para pengendara roda dua juga roda empat, guna menekan bilangan bulat kecelakaan.

Kegiatan ini, kata Trunoyudo, bukanlah semata-mata tanggung jawab Polri ataupun kementerian serta lembaga terkait, namun juga menjadi tanggung jawab bersama. “Ke depannya juga Polri berharap publik bisa saja memberikan pemahaman arti pentingnya keselamatan lalu lintas pada jalan,” katanya.

Sebagai informasi, ada 11 pelanggaran yang digunakan menjadi sasaran Operasi Keselamatan 2024, yaitu:

1. Menggunakan handphone pada waktu berkendara
2. Pengemudi atau pengendara di area bawah umur
3. Berboncengan lebih banyak dari satu orang di area kendaraan beroda dua motor
4. Pengendara kendaraan beroda dua motor yang dimaksud tiada menggunakan helm kemudian pengemudi mobil yang mana tidak ada menggunakan sabuk pengaman
5. Berkendara pada pengaruh alkohol
6. Melawan arus lalu lintas
7. Melebih batas kecepatan
8. Pemakaian knalpot tidaklah sesuai standar
9. Kendaraan yang dimaksud melebihi muatan
10. Pemanfaatan strobo yang dimaksud tak sesuai peruntukan
11. Pemanfaatan plat khusus palsu

Baca Juga:  Tidak Ada Tilang Manual di tempat Libur Nataru 2023, Tapi...

Related Articles

Back to top button