Nasional

Poin-poin Gugatan Almas Tsaqibbirru ke Gibran Tuntut Mata Uang Rupiah 10 Juta, Anak Jokowi Belum Ucap Terima Kasih?

Satelitemx.net – Mahasiswa yang mana menempuh institusi belajar pada Universitas Surakarta, Almas Tsaqibbirru Re A sekarang ini menuntut Wali Daerah Perkotaan Solo sekaligus cawapres dengan nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka untuk membayar uang ganti kerusakan senilai Mata Uang Rupiah 10 juta. Gugatannya pun telah terjadi masuk ke pengadilan. Apa cuma poin-poin gugatan Almas Tsaqibbirru ke Gibran?

Alasannya, lantaran Gibran diduga tak mengucap terima kasih untuk Almas terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang permasalahan batas usia capres-cawapres.

Almas Tsaqibbirru RE A, mengaku bahwa dirinya tidak ada pernah mendapatkan ucapan terima kasih dari Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka. Padahal gugatannya yang disebutkan dapat berpengaruh untuk memuluskan langkah Gibran forward sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) di area Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Gugatan yang sudah dilayangkan Almas tentang batas usia calon presisen-calon delegasi presiden masih 40 tahun atau pernah menjabat atau sedang menjabat sebagai kepala tempat itu sudah dikabulkan MK. Putusan ini pun seketika mengakibatkan kontroversi yang dimaksud berujung pada lengsernya Ketua MK pada waktu itu, Anwar Usman.

Poin-Poin Gugatan Almas untuk Gibran

Gugatan itu dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Solo serta saat ini telah dipublikasikan melalui website resmi PN Solo pada Senin, 29 Januari 2024 dengan bernomor 25/Pdt.G/2024/Pn Skt.

  • Penggugat menuntut pembayaran menghadapi kerugian yang digunakan telah lama dialaminya hingga senilai Simbol Rupiah 10 jt secara tunai, lalu dibatasi seketika pada jangka waktu paling lambat 14 hari sejak tindakan ini di hukum tetap.
  • Tata cara pembayaran ganti merugikan senilai Simbol Rupiah 10 jt yang tersebut dialami penggugat akibat perbuatan tergugat, dengan segera bisa saja dibayarkan atau disalurkan melalui Panti Asuhan yang tersebut berlokasi atau berdomisili di tempat Surakarta.
  • Penggugat juga menginginkan Ketua PN Solo agar menetapkan uang paksa sebesar Simbol Rupiah 1 jt per hari menghadapi keterlambatan pembayaran tergugat terhadap penggugat secara tunai juga secara seketika, hingga tergugat membayar seluruh kerugian terhadap penggugat.
Baca Juga:  Cabuli 3 Anak di dalam Matraman Jaktim, Otak Kotor Om Bambang Ternyata Gegara Film Porno

Pihak penggugat menilai, bahwa langkah perkara nomor 90/PUU-XXI/2023 yang dimaksud sangat menguntungkan bagi tergugat untuk forward sebagai Cawapres pada Pilpres 2024.

Dari pemberitaan di dalam media massa, tergugat terus-menerus mengucapkan terima kasih terhadap pendukungnya yang sudah ada membantu tergugat di proses Pemilihan Kepala Daerah Perkotaan Solo. Sehingga tergugat seharusnya menunjukkan itikad baik dengan mengucapkan terima kasih untuk penggugat.

Namun dari pihak penggugat menilai apabila tergugat tiada pernah mengucapkan terima kasih kepadanya, maka dengan begitu tergugat dianggap telah terjadi melakukan wanprestasi terhadap penggugat. Sampai dengan kemarin, pihak Almas belum dapat dimintai konfirmasi.

Humas PN Solo, Bambang Aryanto membenarkan menghadapi gugatan Almas terhadap Gibran itu bukan terlepas dari putusan perkara nomor 90/PUU-XXI/2023.

Reaksi Gibran Saat Digugat Almas

Pada ketika ditemui di dalam Balai Daerah Perkotaan Solo, Gibran setiap saat menjawab pertanyaan dengan santai perihal gugatan tersebut. Gibran menyatakan akan menindaklanjuti gugatan tersebut.

Setiap kali ditanya apakah dirinya tahu tentang gugatan tersebut, Gibran kembali mengucapkan akan menindaklanjuti gugatan yang disebutkan “Ya ya nanti kami perbuatan lanjuti,” tambah Gibran.

Kemudian ketika disinggung apakah ada perjanjian sebelumnya dengan Almas, Gibran mengaku tiada mengetahui. Lalu ketika ada pertanyaan apakah dirinya akan mengucapkan terima kasih ke Almas, Gibran tambahan memilih masuk ke mobil. 

Itulah poin-poin gugatan Almas Tsaqibbirru ke Gibran yang mana menuntut beberapa jumlah uang dari putra pertama Presiden Joko Widodo.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button