Nasional

Penyidik KPK Geledah Paksa Rumah Dinas Bupati Bondowoso, Hasilnya Ada Bukti Aliran Dana ke Tersangka Korupsi!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya paksa untuk menggeledah rumah dinas Bupati Bondowoso dalam perkara korupsi yang mana menjerat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)Bondowoso, Puji Triasmoro.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyebut, penggeledahan dijalankan penyidik pada Selasa (21/11/2023).

“Beberapa lokasi yang mana dituju diantaranya yaitu Kantor Pemkab Bondowoso, rumah dinas bupati Bondowoso, juga rumah kediaman dari pihak terkait lainnya,” kata Ali lewat keterangannya yang dimaksud diterima Suara.com, Rabu (22/11/2023).

Bupati Bondowoso Salwa Arifin. (Instagram)
Bupati Bondowoso Salwa Arifin. (Instagram)

Dalam penggeledahan itu, KPK menemukan beberapa orang bukti di area antaranya dokumen pengadaan, catatan aliran uang dalam bentuk fee ke berbagai pihak, termasuk para tersangka.

“Dan uang tunai yang dimaksud besaran jumlahnya masih akan dikonfirmasi kepada para pihak. Seluruh temuan hal itu segera disita dan juga dianalisis untuk kelengkapan berkas penyidikan tersangka PJ (Puji) lalu kawan-kawan,” kata Ali.

OTT Kajari Bondowoso

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam operasi tangkap tangan atau OTT dugaan suap pengurusan perkara di dalam Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Para tersangka adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso Puji Triasmoro (PJ) dan juga Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Bondowoso Alexander Kristian Diliyanto Silaen (AKDS).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadirkan empat tersangka kasus suap pengurusan perkara pada Kejaksaan Negeri Bondowoso dalam konferensi pers pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2023). ANTARA/Fianda Sjofjan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadirkan empat tersangka kasus suap pengurusan perkara pada Kejaksaan Negeri Bondowoso dalam konferensi pers dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2023). ANTARA/Fianda Sjofjan

Sementara dua orang lainnya dari pihak swasta, yakni pengendali CV Wijaya Gemilang (WG) atas nama Yossy S Setiawan (YSS) dan juga Andhika Imam Wijaya (AIW).

Puji kemudian Alexander diduga menerima suap sekitar Rp475 juta, untuk mengamankan dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan Yossy lalu Andhika dalam pengadaan peningkatan produksi lalu nilai tambah holtikultura.

Resmi Ditahan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso Puji Triasmoro serta Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Bondowoso Alexander Silaen, beserta dua orang swasta resmi menjadi tahanan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:  negeri Israel vs Hamas: Milisi Houthi Ubah Perdagangan Planet Kembali ke Abad 15, Bisa Picu Krisis Sektor Bisnis Global

Keempatnya ditahan akibat terjaring operasi tangkap tangan atau OTT dalam perkara korupsi pengurusan perkara dalam Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Mereka sebelumnya ditangkap Rabu 15 November 2023 kemarin di tempat Kabupaten Bondowoso.

Berdasarkan pantauan Suara.com, keempatnya terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan masing-masing tangan terborgol saat digiring ke ruang konferensi pers Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Kamis (16/11/2023).

Keempatnya akan menjalani penahanan selama 20 pertama, terhitung sejak Rabu 16 November 2023 di dalam rumah tahanan atau Rutan KPK, Jakarta.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button