Nasional

Memenangkan Ramadan dari Bullying lalu Kesejahteraan Mental

Satelitemx.net – KH Nurul Badruttamam, M.A
Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU

Ramadan tiba sebagai bulan yang digunakan penuh dengan refleksi dan juga keberkahan, mengundang umat Islam untuk menyelami lebih banyak di lagi makna solidaritas sosial dan juga kedamaian spiritual.

Namun, dalam sedang kemuliaan bulan ini, berbagai tantangan yang walau dihadapi bangsa ini. Termasuk krisis akhlak dengan maraknya persoalan hukum persoalan hukum bullying yang digunakan meresahkan publik dan juga bahkan, meningkatnya bilangan bulat bunuh diri hingga penurunan nilai-nilai moral yang dimaksud memerlukan pendekatan komprehensif.

Di berada dalam tantangan yang tersebut semakin kompleks, bulan suci Ramadan memberikan kesempatan berharga bagi umat Islam untuk menguatkan kesalehan sosial lalu spiritual.

Dalam lanskap sosial Indonesia yang mana dinamis, bulan Ramadan tidak ada hanya saja sebagai kesempatan untuk menahan lapar dari fajar hingga senja, namun lebih lanjut dari itu bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mengatasi berbagai tantangan zaman yang digunakan meresahkan.

Membincang krisis akhlak yang dimaksud dihadapi ketika ini, tidak belaka tentang perilaku individu tetapi juga tentang bagaimana struktur sosial serta budaya gagal menyokong pembentukan karakter serta nilai pada generasi bangsa.

Misalnya, yang pada perkara bullying yang digunakan marak terjadi ini, justru acapkali terjadi di area bangku-bangku sekolah. Statistik menyebutkan, tindakan hukum bullying atau perundungan mengalami peningkatan mencapai 30 kejadian.

Angka ini, menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengalami kenaikan dari yang digunakan semula berjumlah 21 persoalan hukum di tempat tahun 2021.

FSGI juga menyebutkan sebanyak 80 persen persoalan hukum bullying pada 2023 terjadi di tempat sekolah yang dinaungi Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Investigasi dan juga Teknologi (Kemendikbudristek), sisanya terjadi pada sekolah dibawah naungan Kementerian Agama.

Baca Juga:  Pemberian Jenderal Kehormatan Prabowo Dikritik, TB Hasanuddin: Pangkat Itu Bukan untuk Pensiunan TNI!

Mari kita menelisik, apa yang tersebut terjadi pada perkara bunuh diri yang dimaksud menghantui. Mengejutkannya lagi, Pusat Berita Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri) mencatatkan data terdapat lebih banyak dari 900 perkara bunuh diri sepanjang Januari hingga 18 Oktober 2023 yang dimaksud terjadi pada Indonesia.

Related Articles

Back to top button