Nasional

Mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Jalani Sidang Vonis Hari Ini adalah

Satelitemx.net – JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Ibukota Indonesia Pusat (PN Jakpus) akan mengadakan sidang pembacaan putusan vonis terhadap mantan Kepala Bea dan juga Cukai Makassar Andhi Pramono pada hari ini Mulai Pekan (1/4/2024).

Adapun sidang akan dipimpin hakim Djuyamto yang dimaksud bertindak membacakan vonis menghadapi perkara dugaan gratifikasi di tempat lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea kemudian Cukai yang mana menjerat terdakwa Andhi Pramono.

“Pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat untuk putusan di area Ruang Sidang Wirjono Projodikoro I,” tulis informasi yang mana dimuat di SIPP PN DKI Jakarta Pusat dikutip, Awal Minggu (1/4/2024).

Terpisah, Kuasa Hukum Andhi Pramono Eddhi Surtaro mengumumkan sidang vonis akan diselenggarakan hari ini seperti yang disebutkan pada sidang sebelumnya. “Yang di area sebutkan pada sidang sebelumnya, ya hari ini. Betul (harusnya sesuai jadwal),” ucap Eddhi.

Eddhi mengungkap, kliennya gelisah jelang sidang putusan vonis. Ia mengumumkan mantan Kepala Bea dan juga Cukai Makassar itu berharap perkaranya menjadi ranah perdata sebagaimana yang dimaksud sudah pernah disampaikan pada nota pembelaan.

“Sebagai manusia biasa tetaplah gelisah, nota pembelaan yang tersebut sudah disampaikan menjadikan dirinya lebih tinggi tentram. AP berharap, dakwaan JPU tetap saja terbukti tapi merupakan ranah perdata,” ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono dijerat perkara dugaan penerimaan gratifikasi kemudian Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam tindakan hukum ini, Andhi diduga menerima gratifikasi Rp28 miliar dari para importir pada waktu masih menjabat di dalam Ditjen Bea Cukai. Uang yang disebutkan didapat dari menjadi broker atau perantara para importir.

Baca Juga:  Gus Baha persoalan Arti Bahagia: Tak Harus Jadi Pejabat atau Bergelimang Kekayaan

Uang gratifikasi Rp28 miliar itu dikumpulkan dari hasil gratifikasi selama 10 tahun sejak 2012 hingga 2022. Andhi diduga menghimpun uang yang dimaksud lewat orang kepercayaannya yang tersebut merupakan para pengusaha perusahaan ekspor impor. Andhi diduga menerima fee agar pelaku bisnis mendapatkan kemudahan di mengurus izin ekspor impor pada Bea Cukai.

Related Articles

Back to top button