Nasional

Kejagung Diprediksi Bakal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Timah

Satelitemx.net – JAKARTA – Kejaksaan Agung ( Kejagung ) diyakini akan datang menetapkan terdakwa baru persoalan hukum dugaan korupsi tata kelola pertambangan timah dalam Bangka Belitung (Babel) pada 2015-2022. Hal yang disebutkan terlihat dari saksi yang mana diperiksa Kejagung pada Rabu (13/3/2024).

Diketahui, Kejagung memeriksa dua admin CV Mutiara Alam Lestari (MAL), YF kemudian GST sebagai saksi perkara dugaan korupsi tata kelola pertambangan timah. Hingga kini, belum ada satu unsur pun dari CV MAL yang tersebut ditetapkan menjadi tersangka.

“Ini ada indikasi terdakwa baru. Kalau enggak ada kaitannya, enggak kemungkinan besar diperiksa jadi saksi,” ujar Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dihubungi, Kamis (14/3/2024).

Hingga kini, Kejagung telah terjadi menetapkan 14 terperiksa perkara dugaan korupsi timah. Mereka adalah General Manager PT Trinindo Inter Nusa (TIN), RL; Dirut PT Timah 2016-2021, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), Direktur Keuangan PT Timah 2017-2018, Emil Emindra (EE), Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa (SIP), Suwito Gunawan (SG); Direktur PT SIP, MB Gunawan (MBG); dan juga Dirut CV Venus Inti Perkasa (VIP), Hasan Tjhie (HT).

Lalu, pemilik kegunaan (benefit official ownership) CV VIP serta PT MCN, Tamron alias Aon (TN); Manager Operasional CV VIP, Achmad Albani (AA); bekas Komisaris CV VIP, BY; Dirut PT SBS, RI; Dirut PT Refined Bangka Tin (RBT) Agustus 2018-kini, Suparta (SP); Direktur Business Development PT RBT, Reza Andriansyah (RA); TT (perintangan penyidikan); juga Direktur Pengembangunan Usaha PT Timah 2019-2020, ALW.

Uchok berpendapat, pemeriksaan kedua admin CV MAL yang disebutkan merupakan hasil pengembangan. “Tinggal mengawaitu waktu belaka untuk penetapan terdakwa baru sambil pengumpulan barang bukti,” katanya.

Baca Juga:  Windi Purnama Divonis 3 Tahun Penjara terkait Korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo

Dia menuturkan, pemeriksaan itu juga menunjukkan banyak pihak yang dimaksud diuntungkan dari praktik culas pada tata niaga pertambangan timah ini. Apalagi, Kejagung sempat mengungkapkan modus menggunakan perusahaan cangkang oleh para dituduh di menjalankan aksinya.

Di sisi lain, Uchok mengapresiasi keseriusan Kejagung mengusut perkara ini. Ia harapkan para terdakwa juga dikenakan pasal perbuatan pidana pencucian uang (TPPU) mengingat kerugian negara lebih lanjut dari Rp270 triliun.

“Mungkin perlu juga terdakwa yang tersebut telah selesai pemberkasan untuk segera disidangkan selain secara pararel melanjutkan pengembangan. Jadi, rakyat sanggup tahu faktanya seperti apa,” katanya.

Related Articles

Back to top button