Kesehatan

Kalimantan Timur Jadi Daerah Pertama yang dimaksud Lakukan Proyek Vaksinasi DBD, 19 Ribu Dosis Siap Dibagikan

Satelitemx.net – JAKARTA – Kementerian Bidang Kesehatan (Kemenkes) RI mencatatkan data pada 47 pekan tahun 2023 (periode Januari-November), terdapat 83.302 persoalan hukum DBD di area 465 kab/kota pada 34 provinsi dengan hitungan kematian 574 kasus. Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah endemik dengue di tempat Indonesia dengan beban yang digunakan tinggi.

Pada 2022, mengalami peningkatan tindakan hukum hampir di tempat 10 kabupaten/kota dengan IR 58,2/100.000 dan juga CFR sebesar 0,66% yang dimaksud masih jarak jauh dari target pemerintah di menurunkan beban dengue hingga IR <10>
Kasus dengue berdampak pada publik dari berbagai kelompok usia di tempat seluruh wilayah Kalimantan Timur. Dinas Aspek Kesehatan Kalimantan Timur sudah mengupayakan Inisiatif PSN 3M Plus juga penguatan kegiatan G1R1J di area seluruh jangkauan komunitas warga Kalimantan, namun terkendala permasalahan konsistensi & kesinambungan sehingga perlu adanya upaya lain seperti pengembangan pencegahan yang digunakan terintegrasi. Menimbang hal tersebut, pemerintahan Kalimantan Timur mengupayakan pengembangan terbaru, acara pilot Wolbachia di dalam Bontang lalu Vaksinasi DBD di area Balikpapan.


Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Bidang Kesehatan RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, mengatakan, untuk dapat menekan bilangan kejadian dengue pada Indonesia, diperlukan pelaksanaan strategi yang dimaksud menyeluruh kemudian sistematis. Untuk itu, pihaknya mengamati penguatan sistem lalu data menjadi kunci yang digunakan akan dapat mengantarkan Indonesia terhadap tujuan dengan ‘nol kematian akibat dengue’ pada tahun 2030.

“Tapi tentunya hal ini tiada lepas dari perlunya sinergi yang mana kuat antara berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta,” ujar dr Maxi di keterangan resminya, Hari Sabtu (13/1/2024).

Sehubungan dengan hal tersebut, Kemenkes RI sudah meluncurkan Program Sistem Data Arbovirosis (SIARVI) pada Februari 2023, yang mana ke depannya akan menjadi alat bantu kegiatan pencatatan lalu pelaporan kegiatan surveilans dengue lalu Arbovirosis lainnya yang mana dapat menampilkan data real time.

Baca Juga:  Waspada Sakit Radang Paru Bisa Sebabkan Penyakit Diabetes, Ini Alasannya

Di sisi lain, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht mengungkapkan selain menguatkan pengumpulan lalu validasi data persebaran dengue dalam Indonesia, diperlukan juga intervensi perubahan guna menurunkan bilangan kejadian dengue.

“Seperti kita ketahui, sampai pada waktu ini belum ada obat yang tersebut spefisik untuk menyembuhkan dengue. Oleh lantaran itu, Takeda berjanji untuk memerangi dengue dengan membuka akses yang mana luas terhadap pengembangan pencegahan dengue,” jelas Andreas.

“Dalam hal ini, kami turut menggandeng Bio Farma sebagai mitra, untuk bersama-sama melindungi lebih lanjut banyak publik dari bahaya dengue,” sambung Andreas.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menyampaikan, salah satu kegiatan yang membantu pencapaian ‘nol kematian akibat dengue 2030’ adalah Proyek Vaksinasi DBD yang digunakan diresmikan Dinas Aspek Kesehatan Daerah Perkotaan Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 12 November 2023.

“Ini merupakan pertama kalinya acara vaksinasi untuk DBD dijalankan di dalam Indonesia, dan juga sebanyak tambahan dari 19.000 dosis kami alokasikan untuk Kalimantan Timur. Kami mengamati ini adalah sebuah peluang bagi Indonesia untuk menurunkan bilangan bulat perkara DBD dan juga mendekati tujuan ‘nol kematian akibat dengue’ di dalam tahun 2030,” bebernya.

Kepala Dinas Kesejahteraan Provinsi Kalimantan Timur, dr. H. Jaya Mualimin, SpKJ, M.Kes, MARS menyambut baik kerja sebanding pengembangan di pencegahan dengue untuk menurunkan hitungan kejadian dengue di tempat masyarakat.

“Kami bangga dapat menjadi perintis di melakukan inisiatif vaksinasi DBD yang dimaksud akan diberikan terhadap 9.800 anak SD/MI kelas 3, 4, lalu 6 di dalam dua wilayah yaitu Balikpapan Utara dan juga Balikpapan Tengah. Hal ini kami lakukan mengingat berdasarkan data, hitungan kematian akibat dengue dalam Kalimantan Timur lebih banyak berbagai terjadi pada anak-anak usia sekolah,” tutup dr Jaya Mualimin.

Baca Juga:  Orangtua Perlu Waspada, Anemia Bisa Akibatkan Terhambatnya Tumbuh Kembang hingga Turunnya Kecerdasan Anak

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Back to top button