Nasional

Jaksa Diduga Peras Saksi Rp3 Miliar, KPK Sebut Dewas Tak Temukan Pelanggaran Etik

Satelitemx.net – JAKARTA – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah lama melakukan pemeriksaan terhadap jaksa yang mana diduga melakukan pemerasan terhadap saksi sebanyak Rp3 miliar.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyatakan bahwa tidaklah ditemukannya indikasi pelanggaran etik.

“Itu laporannya satu tahun yang tersebut lalu, Januari 2023. Sudah dilaksanakan pemeriksaan oleh Dewas dari Januari sampai Desember, satu tahun, dan juga tidak ada menemukan bukti indikasi pelanggaran etik,” ujar Ali Fikri untuk wartawan, Selasa (2/4/2024).

Ali menjelaskan Area Penindakan juga Pencegahan KPK juga telah melakukan pemeriksaan. Akan tetapi, kata dia, hingga ketika ini belum ditemukan bukti adanya pemerasan tersebut.

“Nah, kemudian Desember dinotadinaskan untuk dilaksanakan pemeriksaan di tempat Penindakan kemudian Pencegahan. Pak Alex bilang surat belum meninggalkan kan, oleh sebab itu memang sebenarnya sudah ada dijalankan pengumpulan bukti sementara tidak ada ada indikasi itu,” jelasnya.

“Makanya, kami coba kembali dalami itu melalui pencegahan, LHKPN, pasca Lebaran baru diklarifikasi. Tapi, indikasi-indikasinya memang sebenarnya tidak ada ditemukan. PPATK juga telah kami dapatkan datanya. Memang belum ada indikasi dari laporan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata meyakinkan bahwa oknum jaksa yang dimaksud diduga memeras saksi sebanyak Rp3 miliar sudah ada dikembalikan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Pasti akan kami komunikasikan, apalagi yang mana bersangkutan kan sebenarnya sudah ada ada surat pengembalian akibat telah tambahan dari sepuluhan tahun. Sekarang telah di dalam Kejaksaan,“ ujar pria yang digunakan kerap disapa Alex itu terhadap wartawan pada Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Alex menjelaskan pengembalian itu tidak ada ada kaitannya dengan dugaan perkara tersebut. Ia menuturkan pengembalian itu sudah ada dilaksanakan Maret lalu.

Baca Juga:  Satu Meninggal, Kini Hanya Ada 5 Tuhan yang Ikut pemilihan 2024

Related Articles

Back to top button