Bisnis

Harga Rokok Naik Efek Tarif Cukai, Hal ini Rincian Lengkapnya Mulai 1 Januari 2024

Satelitemx.net – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah dilakukan resmi meninggal tarif cukai hasil tembakau (CHT) dengan kenaikan rata-rata 10 persen mulai 1 Januari 2024. Hal ini tentu akan berdampak dengan segera terhadap tarif jual rokok eceran di area masyarakat.

Ketentuan yang disebutkan tertuang di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2022 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, juga Tembakau Iris (TIS). 

Daftar Harga Rokok Terbaru

Sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (2) huruf b PMK tersebut, kenaikan tarif cukai yang berlaku pada biaya jual rokok ini akan diberlakukan mulai 1 Januari 2024 mendatang.

Direktur Komunikasi dan juga Bimbingan User Jasa Direktorat Jenderal Bea juga Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Heryanto mengungkapkan kebijakan tarif CHT 2024  itu telah lama mempertimbangkan beberapa aspek seperti pengendalian konsumsi, aspek keberlangsungan industri, aspek target penerimaan juga aspek pemberantasan rokok ilegal.

Selain itu, melalui Menkeu Sri Mulyani sempat menyatakan bahwa pemerintah menyusun instrumen cukai dengan mempertimbangkan beberapa jumlah aspek penting termasuk tenaga kerja pertanian hingga bidang rokok.

Pemerintah juga berupaya untuk menurunkan prevalensi perokok pada anak usia 10-18 tahun menjadi 8,7 persen yang digunakan tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024. 

Dengan adanya kenaikan cukai ini, pemerintah berharap dapat menurunkan keterjangkauan rokok dalam masyarakat. Adapun dampak dari kenaikan tarif cukai mulai 1 januari 2024 nanti tentunya sangat berpengaruh terhadap tarif jual rokok di tempat masyarakat. Berikut adalah batasan harga jual jual eceran rokok per batang hasil tembakau yang mana berlaku mulai 1 Januari 2024:

1. Sigaret Kretek Mesin (SKM)

  • Golongan I nilai jual terendah Simbol Rupiah 2.260 per batang, naik dari sebelumnya Simbol Rupiah 2.055 per batang.
  • Golongan II nilai tukar jual terendah Mata Uang Rupiah 1.380 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 1.255 per batang.
Baca Juga:  Semakin Praktis! Buka Tabungan Luar Negeri Bisa Pakai BRImo

2. Sigaret Putih Mesin (SPM)

  • Golongan I harga jual jual terendah Simbol Rupiah 2.380 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 2.165 per batang.
  • Golongan II harga jual jual terendah Rupiah 1.465 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 1.295 per batang.

3. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau SPT

  • Golongan I biaya jual terendah Rupiah 1.375 per batang sampai Simbol Rupiah 1.980 per batang, naik dari sebelumnya Simbol Rupiah 1.250 per batang sampai Mata Uang Rupiah 1.800 per batang.
  • Golongan II tarif jual terendah Rupiah 865 per batang, naik dari sebelumnya Simbol Rupiah 720 per batang.
  • Golongan III biaya jual terendah Rupiah 725 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 605 per batang.

4. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau SPTF

  • Harga jual terendah Mata Uang Rupiah 2.260 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 2.055 per batang.

5. Sigaret Kelembak Kemenyan (KLM)

  • Golongan I harga jual jual terendah Rupiah 950 per batang, naik dari sebelumnya Rupiah 860 per batang. 
  • Golongan II nilai jual terendah Mata Uang Rupiah 200 per batang, tidak ada ada kenaikan.

6. Jenis Tembakau Iris (TIS)

  • Harga jual terendah Rupiah 55-180, tidak ada ada kenaikan.

7. Jenis Rokok Daun atau Klobot (KLB)

  • Harga jual terendah Simbol Rupiah 290, tidak ada ada kenaikan.

8. Jenis Cerutu (CRT)

  • Harga jual terendah Rupiah 495 sampai Mata Uang Rupiah 5.500 per batang, tidaklah ada kenaikan.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button