Nasional

Dituding Playing Victim, Anwar Usman Kembali Dilaporkan Ke MKMK

Hakim Konstitusi Anwar Usman kembali dilaporkan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Kali ini, dia menjadi hakim terlapor sebab pernyataan yang dimaksud disampaikan Anwar usai putusan MKMK terhadap dirinya.

Para pelapor Anwar Usman merupakan para mahasiswa fakultas hukum didampingi oleh kuasa hukum Deddy Rizaldy Arwin Gommo lalu Eliadi Hulu.

Mereka mempersoalkan pernyataan Anwar Usman yang dimaksud menuding adanya politisasi, skenario lalu fitnah keji yang dimaksud dialamatkan kepadanya. Sebab, putusan MKMK pada 7 November 2023 menyatakan Anwar terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap kode etik.

“Dalam Putusan MKMK, telah dilakukan terbukti jika hakim terlapor telah lama melanggar Kode Etik lalu Perilaku Hakim Konstitusi sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Hutama, Prinsip ketidakberpihakan, Prinsip Integritas, Prinsip Kecakapan dan juga Kesetaraan, Prinsip Independensi, serta Prinsip Kepantasan kemudian Kesopanan,” kata Deddy kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Menurut Deddy, Anwar melakukan playing victim atau seolah menjadi korban dengan mengaku dirinya dan juga keluarganya difitnah secara keji dan juga kejam, serta menuding MKMK dibentuk sebagai skenario untuk menjatuhkan harkat kemudian martabatnya.

“Pasca-putusan MKMK, Anwar Usman bukannya secara arif kemudian bijaksana dalam menyikapi putusan etiknya, yang mana bersangkutan malah bertindak playing victim, seolah-olah ada politisasi lah, dizolimi lah,” ujar Deddy.

Untuk itu, Eliadi menyebut Anwar harus bisa jadi membuktikan siapa yang dia maksud sebagai pihak yang tersebut telah terjadi memfitnah, mempolitisasi, kemudian menimbulkan skenario pembentukan MKMK.

“Apabila Ia bukan dapat membuktikannya maka serupa semata yang bersangkutan sudah menyebar hoax lalu tiada menghormati putusan MKMK,” tambah Eliadi.

Laporan hal tersebut disampaikan kepada MKMK pada Selasa (21/11/2023) atau tiga hari sebelum masa tugas MKMK berakhir pada 24 November 2023.

Baca Juga:  Kedekatan dengan Firli Bahuri Jadi Alasan Alex Marwata Bersedia Jadi Saksi Meringankan

Pernyataan Anwar Usman

Anwar Usman sebelumnya merasa ada skenario yang tersebut membunuh karakternya saat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) berkenaan dengan putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023.

Dia juga mengaku mengetahui kabar bahwa dirinya menjadi objek skenario yang tersebut menyudutkan dirinya dalam pembentukan MKMK.

“Sesungguhnya, saya mengetahui serta telah terjadi mendapatkan kabar bahwa upaya untuk melakukan politisasi serta menjadikan saya sebagai objek pada dalam berbagai Putusan MK serta Putusan MK terakhir, maupun tentang rencana pembentukan MKMK, sudah saya dengar terpencil sebelum MKMK terbentuk,” kata Anwar pada Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023).

Meski begitu, adik ipar Presiden Joko Widodo itu mengaku tidaklah berkecil hati serta tetap berprasangka baik.

“Saya berkeyakinan bahwa tidaklah ada ada selembar daun pun yang digunakan jatuh di dalam muka bumi, tanpa kehendak-Nya, kemudian sebaik-baik skenario manusia tentu, sangat lebih lanjut baik skenario Allah SWT,” ucap Anwar.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button