Nasional

Diperiksa KPK, Pj Guburnur NTB Lalu Gita Dikonfirmasi Soal Izin Tambang saat Jabat Kadin Penanaman Modal

Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariadi memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi yang digunakan menjerat mantan Wali Kota Bima Muhammad Lutfi.

Usai menjalani pemeriksaan, Ariadi mengaku dicecar penyidik terkait izin perniagaan tambang sebuah perusahaan saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal kemudian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB.

“Pertanyaan terkait substansi bagaimana proses penerbitan izin dari izin usaha pertambangan operasi khusus PT Tukad Mas,” kata Ariandi kepada wartawan di tempat Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

Dia bilang proses perizinan tambang untuk perusahaan itu berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Aman, sesuai dengan SOP. Ada pertimbangan teknis dari dinas teknis yaitu dinas ESDM,” ujarnya.

Setelah izin perusahaan tambang itu terbit, dia mengaku sudah tiada lagi menjabat sebagai kepala DPMPTSP.

“Pada saat itu saya keluarkan 2 Oktober 2019, kemudian tanggal 19 Desember 2019 saya menjadi sekda provinsi Nusa Tenggara Barat, sehingga proses setelah izin keluar saya tidak ada ikuti perkembangannya,” katanya.

Sebagaiaman diketahui Lutfi dijadikan KPK sebagai tersangka. Saat menjabat sebagai wali kota, dia diduga melalukan korupsi senilia Rp 8,6 miliar dalam pengadaan barang dan juga jasa di dalam lingkungan pemerintahan Kota Bima.

Pengkondisian Proyek

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kontruksi perkara korupsi senilai Rp 8,6 miliar yang menjerat Wali Kota Bima Muhammad Lutfi. Dia disebut melakukan pengkondisian proyek pada lingkungan pemerintahan Kota Bima bersama orang dari keluarga intinya.

“Sekitar tahun 2019, MLI (Lutfi) bersama dengan salah satu keluarga intinya mulai mengondisikan proyek-proyek yang akan dikerjakan oleh pemerintah Kota Bima,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelear konferensi pers di dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Kamis (5/10).

Baca Juga:  Setia Didampingi Istri, Gibran: Kita Bicara Tentang Pembangunan Papua ke Depan

Pengondisian dilakukannya dengan memohonkan dokumen berbagai proyek yang tersebut ada dalam Dinas Pekerjaan Umum lalu Penataan Ruang (PUPR) dan juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Bima.

“Pembahasan lanjutannya yakni MLI memerintahkan beberapa pejabat dalam Dinas PUPR serta BPBD Pemkot Bima untuk menyusun berbagai proyek yang mempunyai nilai anggaran besar serta proses penyusunannya dikerjakan pada rumah dinas jabatan Wali Kota Bima,” ujar Firli.

Disebutkan nilai proyek dalam Dinas PUPR juga BPBD Pemkot Bima pada periode 2019-2020 mencapai puluhan miliar. Pada prosesnya, Lutfi disebut menentukan secara sepihak pemenang proyek. Meskipun proses lelang dilaksanakan, namun cuma formalitas belaka.

“Dan faktualnya para pemenang lelang tiada memenuhi kualifikasi persyaratan sebagaimana ketentuan,” kata Filri menambahkan.

Hasil pengkondisian itu Bima disebut memperoleh uang hingga Rp 8,6 miliar dari dua proyek, pelebaran jalan Nungga Toloweri juga pengadaan listrik kemudian PJU perumahan Oi’Foo.

“Teknis penyetoran uangnya melalui transfer rekening bank atas nama orang-orang kepercayaan MLI termasuk anggota keluarganya. Ditemukan pula adanya penerimaan gratifikasi oleh MLI diantaranya dalam bentuk uang dari pihak-pihak lainnya kemudian Tim Penyidik tentu terus lakukan pendalaman tambahan lanjut,” ujar Firli.

Guna proses penyidikan lebih lanjut lanjut, Lutfi ditahan penyidik selama 20 hari pertama, terhitung 5 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2023 dalam Rumah Tanahan KPK, Jakarta.

Dia dijerat dengan pasal Pasal 12 huruf (i) kemudian atau Pasal 12B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah terjadi diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Raffi Ahmad Puji Gibran, Nagita Slavina Melongo Tatap Suami Selvi Ananda

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button