Teknologi

Danacita Ogah Disebut Pinjol usai Viral Kasus UKT Cicilan ITB

Satelitemx.net – Danacita akhirnya klarifikasi masalah pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) skema cicilan yang ditawarkan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kasus ini tersebar luas pada media sosial X alias Twitter oleh sebab itu jaringan pinjaman online (pinjol) itu memberikan bunga tinggi.

Direktur Utama Danacita, Alfonsus Wibowo, justru membantah kalau platformnya disebut pinjol. Ia menilai kalau istilah itu rutin dikaitkan dengan praktik layanan pendanaan yang dimaksud bukan legal, tidak ada beretika, lalu berkonotasi negatif.

“Danacita adalah penyedia Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Berita (LPBBTI) yang senantiasa berazam untuk melakukan praktik layanan pendanaan yang bertanggung jawab,” ungkap Alfonsus Wibowo, dikutipkan dari siaran pers Danacita dalam situs resminya, Selasa (30/1/2024).

Ia menjelaskan, kerja sebanding Danacita dan juga ITB berlaku lewat Memorandum of Understanding (MoU) yang dimaksud telah terjadi ditandatangani pada 10 Agustus 2023. Melalui kerja serupa ini, kedua belah pihak menyepakati bahwa Danacita hadir sebagai salah satu solusi alternatif bagi siswa ITB.

“MOU yang dimaksud bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang digunakan belum dapat membayar segera biaya kuliah (UKT),” lanjut dia.

Alfonsus memaparkan, Danacita menjalankan praktik layanan pendanaan yang dimaksud bertanggung jawab atau responsible lending, dengan menerapkan prinsip kehati-hatian pada menentukan apakah pendanaan yang tersebut diberikan sesuai dengan kemampuan dari penerima dana (pelajar dan/atau wali).

Hal ini bertujuan agar setiap pengajuan biaya sekolah di dalam Danacita sesuai dengan keperluan kemudian kemampuan dari pelajar, sehingga mengedepankan kesejahteraan keuangan dari pelajar pada jangka panjang.

Danacita juga mengacu untuk pedoman perilaku yang tersebut dikeluarkan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai asosiasi yang tersebut mewadahi seluruh perusahaan pelopor Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Pengetahuan (LPBBTI) yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga:  Anies Baswedan Tanya Nikah Dulu atau Mapan Dulu? Tom Lembong Jawab Tegas: Terjang Sudah!

Danacita pun mencantumkan seluruh biaya yang tersebut timbul dari setiap pengajuan biaya pendidikan, termasuk biaya yang tersebut timbul di area depan (biaya persetujuan), biaya bulanan atau disebut juga sebagai “bunga” (biaya layanan), biaya keterlambatan, serta lainnya, yang digunakan dapat diakses serta dilihat secara transparan oleh pelajar pada waktu pengajuan.

“Hal ini diharapkan dapat memberdayakan pelajar untuk menerima pendanaan secara bertanggung jawab serta dapat meminimalisasi risiko penipuan ataupun praktik tak etis,” beber dia.

Alfonsus memverifikasi kalau pendanaan diberikan sesuai dengan kemampuan dari penerima dana (pelajar) dan/atau wali, tiada melampaui kapabilitas pembayaran pelajar maupun wali. Sehingga itu tiada akan menyulitkan pada waktu melakukan pembayaran kembali.

“Proses analisa lalu verifikasi yang mendalam untuk menilai kesanggupan pelajar dan/atau wali untuk melunasi pendanaan yang diberikan selalu dikedepankan. Untuk itu, pelajar atau penerima dana yang mana masih berusia kurang dari 21 tahun atau belum mempunyai penghasilan yang tersebut cukup, wajib melakukan pengajuan di area Danacita dengan orang tua atau wali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Danacita mengaku kalau statusnya sudah ada berizin kemudian diawasi oleh OJK berdasarkan Keputusan Anggota Komisioner OJK Nomor KEP-68/D.05/2021 tanggal 02 Agustus 2021.

“Danacita berjanji untuk memberikan layanan pendanaan lembaga pendidikan yang mana aman juga terjamin bagi seluruh pelajar di dalam institusi sekolah yang mana bekerja serupa dengan Danacita,” jelasnya.

Viral pinjol jadi metode pembayaran uang UKT ITB
Heboh ITB tawarkan peserta didik cicilan UKT pakai pinjol, bagi mereka yang mana memiliki kendala biaya. Kisruh ini dimulai dari akun twitter @ITBfess banyak keluhan siswa bukan bisa jadi Formulir Rencana Studi (FRS) pada Sistem Pengetahuan Akademik (SIX).

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan Naik Tapi Biaya Sekolah Makin Mahal

Adapun aturan dapat mengisi FRS semester II 2023/2024, yaitu dengan membayar UKT yang dimaksud bagi sebagian pelajar dianggap memberatkan.

Bila tiada juga melunasi UKT atau Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) semester I 2023/2024, maka siswa harus menjalani cuti kuliah selama satu semester baru dapat melanjutkan pendidikan.

Mirisnya, alih-alih memberikan keringanan biaya UKT dengan kuota terbatas, peserta didik diberi pilihan membayar lembaga bank khusus sekolah pada hal ini Danacita.

Namun sebagian siswa yang mencoba untuk mengajukan pinjaman dikagetkan dengan simulasi pinjol dibebankan bunga cukup fantastis.

Seperti dalam beberapa postingan memperlihatkan nominal pengajuan biaya lembaga pendidikan sebesar Rupiah 10 juta, pelajar harus membayar pinjaman total dengan bunga Mata Uang Rupiah 12,5 juga dengan waktu 12 bulan.

Nominal pengajuan biaya lembaga pendidikan yang disebutkan dapat dicicil per bulan dengan biaya Rupiah 1.291.667. Terdiri dari rincian durasi pembayaran 12 bulan, biaya bulanan media 1.75 persen serta biaya persetujuan 3 persen.

Hal inilah yang digunakan dianggap berbagai orang bukan etis lantaran selain memaksa siswa terkendala biaya untuk cuti, sehingga lembaga pendidikan tertunda. Tapi di area sisi lain, menyebabkan peserta didik terbebani dengan cicilan pinjol dengan bunga yang tersebut cukup besar setiap bulannya.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button