Otomotif

7 Fakta Kasus Rian Mahendra PO MTI, Berujung Laporan ke Polisi

Satelitemx.net – JAKARTA – Rian Mahendra kembali menjadi buah bibir. Setelah resmi ke luar dari PO Haryanto milik ayahnya pada akhir 2022 lalu, ia mendirikan perusahaan otobus sendiri, Mahendra Perhubungan Indonesia (MTI).

Peluncuran PO MTI pada Kamis (8/6/2023) sempat menarik perhatian umum lantaran sosok Rian Mahendra yang dimaksud selama ini dikenal sebagai putra mahkota PO Haryanto yang tersebut telah melegenda. Disebutkan, armada PO MTI mulai beroperasi pada 24 Juni 2023 dengan empat unit bus, sementara dua bus lainnya masih di dalam karoseri untuk proses pengecatan. Trayek awal yang digarap adalah Jakarta-Pekalongan PP.

Dikutip dari akun Instagram @rianmahendra83, dijelaskan PO MTI akan mengoperasikan empat armada yang mana terdiri dari MTI 001 hingga MTI 004. Keempat armada yang dimaksud dibagi menjadi Jalur 1 (MTI 001 lalu MTI 002) lalu Jalur 2 (MTI 003 kemudian MTI 004).

Untuk jalur 1 dengan rute Cipulir-Tanah Abang-Cawang, rute yang akan dilewati mulai dari Tangerang, Bojong, Kajen, Karanganyar, Wonopringo kemudian Kedungwuni Pekalongan. Adapun jalur 2 memiliki rute yang dimaksud sebanding dengan jalur 1 dengan rute Cikokol-Poris-Kebun Besar-Kalideres-Ring Road-Jembatan Gantung-Pesakih-Grogol.

Namun, belakangan usaha Rian Mahendra dengan PO MTI tak berjalan mulus. Dia dilaporkan PO Sembodo ke Polda Metro Jaya.

Berikut deretan fakta tindakan hukum Rian Mahendra PO MTI dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/3/2024).

1. Bermula dari kerja mirip bisnis

Fakta pertama perkara Rian Mahendra PO MTI juga PO Sembodo adalah bermula dari kerja mirip bisnis. PO Sembodo menuding Rian Mahendra tidaklah menunaikan kewajiban seperti yang mana telah dilakukan disepakati bersama.

Kisnanto H. Pribowo selaku General Manager PO Sembodo mengatakan, tawaran kerja sejenis diajukan oleh Rian Mahendra pada 26 Mei 2023. Dalam pembahasan yang dimaksud disampaikan bahwa Rian Mahendra mempunyai PO Bus bernama MTI.

Baca Juga:  Libur Nataru Pakai Mobil Pribadi, Catat Layanan Penting Ini adalah untuk Atasi Kehabisan Bahan Bakar di area Tengah Jalan

PT MTI pada waktu itu semata-mata menyerahkan Proposal serta Bussines Plan berikut legalitas MTI. Adapun di menjalankan bussines plan yang dimaksud RM membutuhkan dukungan pengadaan unit lalu juga modal kerja.

PO Sembodo lantas setuju memberikan enam unit bus terhadap MTI dengan tahap awal empat armada terlebih dahulu. Sementara dua unit lainnya menyusul dengan mengawasi perkembangan PO MTI. Bowo mengungkapkan Rian Mahendra menjanjikan setoran ke PO Sembodo Rp50 juta-Rp60 jt per bulan untuk satu bus.

2. Uang yang digelapkan Rp2,2 miliar

PO Sembodo menghitung nilai kerugian pada kerja mirip ini mencapai Rp2,2 miliar. PO Sembodo menilai Rian Mahendra sudah melakukan penipuan dengan melanggar kesepakatan perusahaan. Rian dianggap menggelapkan uang yang digunakan semestinya diserahkan ke PO Sembodo.

3. Somasi tak dihiraukan

Sebelum menyebabkan pelaporan, pihak PO Sembodo melayangkan somasi ke Rian Mahendra. Namun, bukan ada balasan dari pihak Rian Mahendra maupun MTI, sehingga laporan ke polisi pun dilakukan.

Related Articles

Back to top button