Olahraga

3 Warisan Shin Tae-yong Jika Suatu Saat Meninggalkan Timnas Indonesia

Satelitemx.net – JAKARTA – Masa depan Shin Tae-yong di area timnas Indonesia pada saat ini mulai disangsikan setelahnya regu Garuda tampil kurang meyakinkan di tempat laga awal Piala Asia 2023. Dalam laga yang disebutkan Marselino Ferdinan serta kawan-kawan harus kalah dari Irak dengan skor 1-3.

Awalnya Shin Tae-yong berusaha mencapai hasil imbang ketika berhadapan dengan Irak, namun hasil justru berkata lain dan juga menimbulkan timnas Indonesia semakin sulit untuk menembus putaran 16 besar di tempat Piala Asia 2023 .

Dengan hasil yang dimaksud nasib Shin Tae-yong semakin diujung tanduk setelahnya rentetan hasil buruk yang diterimanya pada awal tahun 2024 ini.

Meski begitu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan jikalau juru taktik jika Korea Selatan yang disebutkan masih memiliki kesempatan apabila dapat mencapai target yang tersebut ditetapkan.

Namun jikalau memang benar ahli timnas itu gagal mencapai target bukanlah bukan mungkin saja beliau akan meninggalkan Indonesia di dalam tahun ini. Jika Shin Tae-yong akan meninggalkan Indonesia, dirinya sudah berencana memberikan beberapa warisan terbaik untuk menyebabkan sepak bola Tanah Air semakin maju dalam masa depan.

3 Warisan Shin Tae-yong

1. Pengembangan Standard Pemain

3 Warisan Shin Tae-yong Jika Suatu Saat Meninggalkan Timnas Indonesia

Era kepelatihan Shin Tae yong dikenal sebagai masa peningkatan kedisiplinan kemudian mental pemain. STY secara tegas mendidik anak asuhnya, salah satu bentuk ketegasannya adalah ketika berani mencopot pemain yang mana kurang disiplin.

Tidak hanya sekali itu, ahli timnas satu ini juga menerapkan sikap respect ketika bertanding, lalu membiasakan pemain miliki mental menang ketika berhadapan dengan musuh berat.

2. Pemain Muda Bertalenta

3 Warisan Shin Tae-yong Jika Suatu Saat Meninggalkan Timnas Indonesia

Salah satu warisan STY yang paling mencolok adalah mulai banyaknya pemain muda bertalenta seperti Marselino Ferdinan, Arkhan Fikri, Rafael Struick, Ramadhan Sananta, hingga Elkan Baggott.

Baca Juga:  Singkirkan Emma Raducanu, Ons Jabeur Melaju ke Perempat Final Abu Dhabi Open 2024

Ini sebenarnya jadi salah satu target STY sejak awal, yakni mengubah sistem sepak bola dengan menguatkan akarnya terlebih dahulu ketimbang semata-mata berfokus pada prestasi. Selama empat tahun melatih Indonesia, pada masa kini timnas telah mulai miliki bibit-bibit unggul sepak bola yang mana tak hanya saja berkompetisi di tempat level domestik saja.

Bahkan timnas Indonesia memiliki rata-rata skuad termuda di tempat Piala Asia 2023. Mereka punya rataan 22,5 tahun, dengan Jordi Amat pemain tertua, yakni 31 tahun. Sedang, pemain termudanya ialah Marselino Ferdinan dengan 19 tahun.

3. Pengembangan Target Kompetisi Timnas Indonesia

3 Warisan Shin Tae-yong Jika Suatu Saat Meninggalkan Timnas Indonesia

Selain meningkatkan kualitas pemain kemudian memunculkan beberapa jumlah pemain muda bertalenta, STY juga turut andil di meningkatkan target kompetisi timnas Indonesia. Kini pasukan Merah Putih tidak ada semata-mata terfokus untuk kompetisi dalam sekitar Asia Tenggara saja, namun juga Piala Asia kemudian bahkan Piala Dunia.

Mengingat pada beberapa dekade terakhir, timnas Indonesia memang benar seakan cuma Berfokus pada kompetisi Asia Tenggara seperti SEA Games dan juga AFF saja, kemudian kurang peka terhadap kompetisi Asia maupun ranking FIFA.

Namun di area tangan Shin Tae yong, Indonesia sekarang ini sudah ada dapat memandang kedepan bahwa berlaga dalam Piala Asia memang benar lebih besar berharga ketimbang meraih kemenangan Piala AFF.

Itulah beberapa warisan Shin Tae yong untuk timnas Indonesia. Jika dalam masa depan warisan ini diberikan ke tangan yang dimaksud tepat, tidak tidaklah mungkin saja sepak bola timnas Indonesia akan semakin berkembang.

(Sumber:SindoNews)

Related Articles

Back to top button